Minggu, 26 Februari 2012
Rabu, 01 Februari 2012
BATAS TAK BERBATAS
Penyanyi : Iwan Fals
Ciptaan : Iwan Fals
Lirik : Slamet Rahardjo Djarot
Ciptaan : Iwan Fals
Lirik : Slamet Rahardjo Djarot
Sendiri menanti pagi
Setitik embun bergantung di ujung daun
Sang dara melamun
Mimpi menelan matahari
Reff :
Suci embun segar perawan
Bergaun cahaya
Melintas batas
Ambisi dan kenyataan
Melambung tinggi, jauh
Ke alam impian
Bridge :
Dimana sungai dan pepohonan
Berkelindan menganyam kehidupan
Jejak telah dilangkahkan
Seribu kehendak harus terlahirkan
Urai jerat keangkuhan
Melepas belenggu
Rasa tahu berlebihan
Reff :
Memang gaun ini mesti berganti
Cahaya tak lagi menyilaukan
Dan menjelma menjadi pelurus hati
Kini sang dara menyanyi lagi
Bridge :
Tak lagi dia mau merasa sepi
Tak lagi dia mau merasa sendiri
Segar perawan berdandan
Atas cermin bercahaya kenyataan
Mimpi indah adalah
Fatamorgana
Walau samar cakrawala
Adalah kenyataan
Tampak jauh untuk ditempuh
Tapi itulah batas
Dari kehendak manusia yang tak berbatas
Oooh hmmmmm....
Reff :
Suci embun segar perawan
Bergaun cahaya
Melintas batas ambisi dan kenyataan
Melambung tinggi, jauh
Ke alam impian
Bridge :
Dimana sungai dan pepohonan
Berkelindan menganyam kehidupan
Dimana sungai dan pepohonan
Berkelindan menganyam kehidupan
.
SINOPSIS FILM
JALESWARI, dengan ambisi dan kepercayaan diri yang penuh, mengajukan diri untuk mengambil tanggung-jawab memperbaiki kinerja program CSR bidang pendidikan yang terputus tanpa kejelasan. Dia menyanggupi masuk ke daerah perbatasan di pedalaman Kalimantan dan menjanjikan dalam dua minggu ketidak-jelasan itu dapat diatasi
Ternyata suatu kehendak belum tentu sejalan dengan kenyataan. Daerah perbatasan di pedalaman Kalimantan memiliki pola kehidupannya sendiri. Mereka memiliki titik-pandang yang berbeda dalam memaknai arti garis perbatasan. Konflik bathin terjadi ketika dia terperangkap pada masalah kemanusiaan yang jauh lebih menarik dan menyentuh perasaan dibanding data perusahaan yang sangat teoritis dan terasa kering karena pada hakekatnya masalah rasa sangat relatif dan memiliki kebenaran yang berbeda
JALESWARI berada dalam tapal batas pilihan. Karisma hutan dan pola hidup masyarakat telah menyadarkan dirinya bahwa upaya memperbaiki kehidupan masyarakat tidak bisa dipisahkan dengan adat istiadat setempat. Jaleswari sangat memahami ADEUS, seorang guru yang dipercaya menjalankan program pendidikan, kini menjadi pribadi pendiam dan apatis, karena sistem pendidikan yang diinginkan perusahaan di Jakarta, tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Masyarakat lebih memilih untuk jadi tenaga kerja yang dijanjikan jadi kaya oleh penjual jasa bernama OTIK. Salah satu korbannya adalah UBUH, pekerja TKI yang melarikan diri dari negeri tetangga. Oleh masyarakat Dayak disana, UBUH tak hanya beroleh perlindungan namun juga kehangatan dan keramahan yang perlahan membuatnya berangsur pulih dari trauma
Tragedi kemanusiaan ini, merubah pemikiran JALESWARI. Semua peristiwa terjadi di depan matanya. Jiwanya goncang dan PANGLIMA ADAYAK, kepala suku menuntunnya memahami "Bahasa Hutan" yang mengetengahkan rasa hormat dan cinta untuk tidak merusak dan sebaliknya malah menjaga dan meningkatkan harkat manusia dan lingkungan kehidupannya. Langkah JALESWARI sangat membantu ARIF sebagai instrumen negara yang dalam penyamaran dan ditugaskan di wilayah perbatasan.
Mampukah JALESWARI bangkit, melewati batasnya dan terus berjuang untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik?
Minggu, 02 Oktober 2011
KU LINGKARI MALAM INI
mak, pak ....
malam ini aku menatap langit, tak ada satupun bintang
mak, pak ...
aku tak ingin bosan menjadi diriku sendiri, karena aku masih ingin menyimpan baris baris kenangan tentang orang orang yang aku sayang,
aku tak ingin menjadi orang lain, karena aku tak mau kehilangan diriku sendiri cukuplah aku kehilangan orang orang yang aku sayang ...
mak, pak ....
biarkan aku menangis, aku ingin teruskan kisahku ....
lihatlah kedua adikku, yatim ....
orang orang yang aku sayang telah tiada, rasa rinduku tak pernah lagi bertaut ...
bukan untuk aku mengeluhkan sakitku, tapi aku rindu masa masa indah berkumpul bersama ....
mak, pak ...
sekarang aku semakin dewasa
maafkan aku yang belum bisa membahagiakan kalian ....
ulang tahunku yang ke-27
malam ini aku menatap langit, tak ada satupun bintang
mak, pak ...
aku tak ingin bosan menjadi diriku sendiri, karena aku masih ingin menyimpan baris baris kenangan tentang orang orang yang aku sayang,
aku tak ingin menjadi orang lain, karena aku tak mau kehilangan diriku sendiri cukuplah aku kehilangan orang orang yang aku sayang ...
mak, pak ....
biarkan aku menangis, aku ingin teruskan kisahku ....
lihatlah kedua adikku, yatim ....
orang orang yang aku sayang telah tiada, rasa rinduku tak pernah lagi bertaut ...
bukan untuk aku mengeluhkan sakitku, tapi aku rindu masa masa indah berkumpul bersama ....
mak, pak ...
sekarang aku semakin dewasa
maafkan aku yang belum bisa membahagiakan kalian ....
ulang tahunku yang ke-27
Selasa, 16 Agustus 2011
NASEHAT DARI SEORANG NETY NURHAYATI AMASTRY
Biarkan semua berlalu dengan waktu, segala kepedihan pasti akan berlalu dengan KEIKHLASAN sebab ikhlas berarti tidak peduli apapun, kecuali mengharap ridhoNYA.
Mari saling mengikhlaskan segenap KHILAF yang barangkali sempat menoreh luka/ sederet salah yang menggores hari-hari, mengundang air mata dan seutas perih dihati.
Baik untuk dipahami :
Doa bukanlah ban serep yang dapat kita keluarkan ketika dalam masalah, tapi doa adalah KEMUDI yang bisa menunjukkan arah yang tepat.
Kenapa kaca mobilsangat besar dan kaca spion begitu kecil ? karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita, jadi pandanglah kedepan dan majulah ...
Pertemanan itu seperti sebuah buku hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.
Semua dalam hidup adalah sementara. Jika berlangsung baikmaka syukurilah, jika terasa buruk INTROPEKSI diri.
Maka nikmat TUHAN yang manakah yang kamu dustakan ???
Dan ... wahai pemilik hatiku jika saja Kau tak berkenan untuk selalu memberikan cara padaku bagaimana merawat dan memperlakukan milikMU ini, maka hancurlah diri yang fana ini sejak dulu.
Dan ... wahai sang pemilik hatiku jika saja Kau tak berkenan untuk slalu kutemui, menyebut namaMU disetiap keindahan pada pelupuk mataku maka, sungguh siapa lagi yang akan kutemui kelak ???
Dan ... wahai sang pemilik hatiku maka sungguh aku tak tahu jalan pulang selain pada diriMU
Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan ...
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi ...
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan ...
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan ...
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah istimewa yang diberikan yang maha kuasa ...
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu jalan menuju kebahagiaan ...
Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa berarti ...
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan ...
Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga ...
Hidup adalah suatu pilihan, pikiran + mulut adalah suatu kombinasi. semakin banyak kita bicara tentang diri sendiri semakin banyak pula kemungkinan kita untuk berbohong ....
Ya Allah hamba bukanlah ahli syurga tapi hamba juga tak akan mampu menahan siksa neraka, ampunilah dosa-dosa hamba yang tak terhitung bagai debu ...
Selasa, 09 Agustus 2011
LANGKAH DEMI LANGKAH
Sebuah perjalanan bersama teman-teman dari Museum Virtual Kuantan Singingi pada bulan Juni 2011, menelusuri sisa peninggalan Kerajaan Koto Alang / Padang Candi di Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik.
Sebuah perjalanan bersama Asmarno Nano, Nicho Pejuang Setia di Kecamatan Cerenti. Foto tank baja sisa peninggalan perang pada agresi militer ke-II.
Sebuah perjalanan bersama Nicho Pejuang Setia, Yusria Alven, Despriwandi Mefsi, Asmarno Nano di Gunung Toar berburu benda-benda sejarah dan rumah-rumah tua.
Sebuah perjalanan bersama the cancel di bendungan teso, melepas kejenuhan setelah lelah dihadapkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang tak kunjung usai ....
Sebuah perjalanan bersama bang Pebri Mahmud dari Balai Pengkajian dan Pelestarian Adat Kuantan Singingi serta teman-teman dari Museum Virtual Kuantan Singingi di Taman Pemandian Puti Malokadewi Lubuk Jambi, Juli 2011
Sebuah perjalanan di Hutan Lindung Bukit Betabuh, disinilah langkahku terhenti kepala tertunduk melihat tak hijau lagi hutanku .....
Minggu, 05 Juni 2011
POTRET PACU JALUR RAKYAT KUANTAN
Jalur menurut arti aslinya adalah perahu yang panjangnya 25 – 30 M, dengan lebar 1,5 M dan dapat dumuati 40 – 60 orang anak pacu. Jalur mulai ada di Rantau Kuantan sejak abad ke 17, digunakan pada saat itu untuk membawa tamu-tamu terhormat seperti Raja, Sultan dan para pembesar-pembesar lainnya. Jalur dibuat berdasarkan musyawarah anak negeri (penduduk desa) dibentuk atas dasar musyawarah mufakat, disertai pawang piawai dan dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh warga negeri.
SEJARAH PACU JALUR
Sejak kapan penduduk Rantau Kuantan mengenal jalur dan membuatnya, tidak dapat ditunjukkan dengan suatu tahun yang pasti, yang jelas masyarakat sudah mengenal dan menggunakan jalur untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari sejak zaman dahulu. Namun dapat hampir dipastikan Pacu Jalur sudah dikenal penduduk daerah Rantau Kuantan paling kurang tahun 1900 an dan dalam tahun itu dipacukan penduduk kebanyakan perahu-perahu besa yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kegiatan Pacu Jalur ini dilaksanakan disepanjang batang kuantan untuk memperingati dan merayakan berbagai hari besar Islam misalnya Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Hari Raya Idul Fitri, 1 Muharram dsb.
ORGANISASI JALUR
Pada organisasi / panitia jalur terdapat tiga pihak yang terlibat langsung dengan urusan jalur antara lain :
1. Partuo / Patua
Adalah panitia/ organisasi jalur yang terdiri dari orang-orang yang dituakan pada suatu banjar/ kampung, yang memiliki tugas :
a. Mencari, memilih dan menentukan kayu jalur
b. Menentukan tukang jalur dan tenaga bantuan dari masyarakat
c. Menentukan dukun jalur
d. Mengadakan rapat-rapat / musyawarah tentang jalur
e. Mengatur kepentingan tukang jalur selama bekerja di hutan dan penyelesaian pekerjaan lainnya
f. Mengurus kepentingan dukunjalur dalam upacara pacu jalur
2. Dukun Jalur
Kebanyakan setiap kampung hanya mempunyai satu orang dukun untuk satu jalur, namun dapat saja satu orang dukun mambawahi lebih dari satu buah jalur atau lebih atau satu buah jalur memiliki lebih dari satu orang dukun. Adapun tugas dukun jalur adalah :
a. Memberi masukan tentang penentuan dan memilih kayu jalur pada Partuo
b. Memimpin upacara manobang jalur
c. Menentukan langkah jalur, seperti : waktu maelo jalur, waktu turun ke batang kuantan, waktu berangkat ketempat pacu, dsb.
d. Menawari jalur, seperti : membacakan mantra disaat jalur sudah diisi oleh anak pacu, dengan tujuan agar anak pacu selamat dari marabahaya dan menawari atau mengobati jalur.
e. Memberikan ramalan-ramalan mengenai jalur.
f. Mempersatukan anak jalur.
g. Memompan, yaitu merupakan kegiatan mengganggu anak pacu atau jalur lawan dengan menggunakan mantra dan bahan-bahan seperti ; sirih, pinang, telur, penjahit dsb.
3. Anak Pacu
Anak Pacu adalah sekumpulan orang-orang yang berada didalam/ diatas jalur yang berkisar mencapai 50 orang dan terbagi menurut fungsi dan tugas mereka masing-masing, diantaranya :
a. Tukang Tari
Berjumlah 1 orang, posisinya berada di haluan jalur paling depan, yang memiliki peran menari, baik jika jalur menang maupun kalah. Dengan tujuan untuk memberi semangat kepada anak pacu, membantu tukang onjai menggerakkan haluan jalur agar jalur semakun laju.
b. Tukang Concang
Berjumlah 2 orang, posisinya berada dibelakang setelah tukang tari yang berperan bagaikan kapten kesebelasan dalam sepak bola, bertugas menentukan lambat atau pacu berkayuh.
c. Tukang Kayuh
Jumlahnya bisa mencapai 40 orang, posisinya disepanjang jalur, bertugas mengayuh jalur sekuat tenaganya, namun mendayung tersebut harus serempak.
d. Tukang Timbo
Berjumlah 1 orang, posisinya ditengah-tengah jalur, bertugas menimba air yang masuk kedalam jalur dan memberi aba-aba untuk mulai berkayuh dengan cara melucutkan upih ke air serta memberikan semangat kepada anak pacu dalam berpacu.
e. Tukang Kemudi
Berjumlah 2 orang, posisinya didepan tukang onjai, tugasnya dan fungsinya untuk mengendalikan arah dan keseimbangan jalur sewaktu dikayuh oleh anak pacu.
f. Tukang Onjai
Berjumlah 1 orang, posisinya berada dipaling belakang, bertugas maonjai agar haluan jalur turun naik sewaktu sedang dipacu, hal ini dibutuhkan sebab tanpa tukang onjai jalur tidak akan laju dan kemungkinan akan karam.
Demikian uraian yang telah pernah diuraikan banyak pihak ini saya uraikan semoga bermanfaat, slanjutnya mari kita lihat beberapa potret Pacu Jalur Rakyat Kuantan ini. Salam sebatang lidi, semoga senantiasa menikmati cinta sejati !
PACU JALUR PESTA RAKYAT RANTAU KUANTAN
Bukan bermaksud untuk unjuk pengetahuan, tapi hanya ingin mengulang, mengenang kembali sebait sejarah, cerita ataupun kenangan tentang pacu jalur di Taluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi. Walaupun sudah banyak pihak yang mengulas tentang pacu jalur ini, seperti yang saya katakan barusan saya hanya ingin mengulang, semoga tetap bermanfaat.
Baiklah, kita mulai. Menurut buku yang saya baca sejak kapan penduduk Rantau Kuantan mengenal jalur dan membuatnya, tidak dapat ditunjukkan dengan suatu tahun yang pasti, tapi yang jelas masyarakat Rantau Kuantan telah mengenal dan menggunakan jalur untuk kebutuhan mereka sehari-hari sejak zaman dahulu. Dan ada juga dikatakan jalur mulai ada di Rantau Kuantan sejak abad ke 17 yang mana pada waktu itu jalur digunakan utnuk membawa tamu-tamu terhormat seperti Raja, Sultan dan para pembesar lainnya. Namun hampir dapat dipastikan Pacu Jalur sudah dikenal penduduk Rantau Kuantan sekitar tahun 1900 an dan dalam tahun itu yang dipacukan penduduk kebanyakan perahu-perahu besar yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kegiatan ini Pacu Jalur ini diselenggarakan dikampung-kampung disepanjang Batang Kuantan untuk memperingati dan merayakan berbagai hari besar Islam misalnya Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Raya Idul Fitri, 1 Muharram dan sebagainya.
Menurut arti aslinya Jalur adalah perahu panjang 25-30 M, dengan lebar 1,5 m, dan dapat dimuati 40-60 orang anak pacu.
Bila kita amati banyak hal yang unik dan menarik yang terdapat pada sebuah jalur dan pada Pacu Jalur ini, seperti ada Patuo, Dukun Jalur, Anak Jalur. Adapun yang dimaksud dengan Patuo jalur ini adalah orang yang dituakan, dipercaya atau mungkin tepatnya pada masa sekarang manager, yang bertugas mencari, memilih dan menentukan kayu jalur, menentukan tukang dan tenaga bantuan dari masyarakat, menentukan dukun jalur, mengadakan rapat-rapat tentang jalur, mengatur kepentingan tukang jalur selama bekerja di hutan dan penyelesaian pekerjaan lainnya, mengurus kepentingan anak jalur, mengurus kepentingan dukun jalur dalam upacara jalur. Dukun jalur adalah orang yang dipercaya mempunyai ilmu batin yang nantinya akan memanterai jalur dan anak pacu agar terhindar dari segala marabahaya selama berpacu, kebanyakan setiap jalur mempunyai satu orang dukun walau kadang ada yang lebih. Tugas dukun adalah memberi masukan tentang penentuan dan memilih kayu jalur pada Partuo, memimpin upacara menobang jalur, menentukan langkah jalur, seperti waktu maelo, waktu turun ke batang kuantan, waktu berangkat ke tempat pacu dan lainnya, menawari jalur seperti membacakan matera, memberikan ramalan-ramalan mengenai jalur, hal ini mengenai ramalan-ramalan mengenai lawan yang akan dihadapi bahkan ramalan jalur mana yang akan berhasil mencapai pemenang pertama, mempersiapkan anak jalur termasuk memberikan motivasi dan semangat, Memompan adalah merupakan kegiatan mengganggu anak pacu atau jalur lawan dengan menggunakan mantera dan bahan-bahan seperti sirih, pinang dan telur ayam serta lain sebagainya. Anak pacu adalah sekumpulan orang-orang yang berada didalam atau diatas jalur yang berkisar mencapai 50 orang dan terbagi menurut fungsi dan tugas mereka masing-masing. Dalam pacu jalur untuk menjadi anak pacu tidaklah sembarang orang, tetapi harus memiliki badan sehat, kondisi baik dan berumur 17 - 40 tahun. Suatu tipe yang ideal untuk anak pacu adalah badan ramping dan ringan, tenaganya kuat dan tahan lama (pupuah). Sehingga meskipun badannya besar dan tenaganya kuat belum tentu dapat dipakai sebagai anak pacu sebab berat badannya mungkin masih belum seimbang dengan kekuatannya. Anak pacu terdiri dari Tukang Tari yang berjumlah satu orang, yang memiliki peran menari, baik jika jalur itu menang maupun tidak dengan tujuan untuk memberi semangat kepada anak pacu. Tukang Concang, berjumlah 2 orang, yang berperan bagaikan kapten dalam kesebalasan sepak bola diatas jalur dan bertugas menentukan lambat atau pacu berkayuh atau berdayung. Tukang Kayuh, berjumlah bisa mencapai 40 orang, yang bertugas mengayuh jalur sekuat tenaganya, namun dalam mendayung tersebut tukang kayuh harus serempak. Tukang Timbo, berjumlah satu orang, yang memiliki tugas menimba air yang masuk ke jalur, memberi aba-aba untuk memulai berkayuh dengan cara melucutkan upih ke air sungai dan memberi semangat agar
Baiklah, kita mulai. Menurut buku yang saya baca sejak kapan penduduk Rantau Kuantan mengenal jalur dan membuatnya, tidak dapat ditunjukkan dengan suatu tahun yang pasti, tapi yang jelas masyarakat Rantau Kuantan telah mengenal dan menggunakan jalur untuk kebutuhan mereka sehari-hari sejak zaman dahulu. Dan ada juga dikatakan jalur mulai ada di Rantau Kuantan sejak abad ke 17 yang mana pada waktu itu jalur digunakan utnuk membawa tamu-tamu terhormat seperti Raja, Sultan dan para pembesar lainnya. Namun hampir dapat dipastikan Pacu Jalur sudah dikenal penduduk Rantau Kuantan sekitar tahun 1900 an dan dalam tahun itu yang dipacukan penduduk kebanyakan perahu-perahu besar yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kegiatan ini Pacu Jalur ini diselenggarakan dikampung-kampung disepanjang Batang Kuantan untuk memperingati dan merayakan berbagai hari besar Islam misalnya Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Raya Idul Fitri, 1 Muharram dan sebagainya.
Menurut arti aslinya Jalur adalah perahu panjang 25-30 M, dengan lebar 1,5 m, dan dapat dimuati 40-60 orang anak pacu.
Bila kita amati banyak hal yang unik dan menarik yang terdapat pada sebuah jalur dan pada Pacu Jalur ini, seperti ada Patuo, Dukun Jalur, Anak Jalur. Adapun yang dimaksud dengan Patuo jalur ini adalah orang yang dituakan, dipercaya atau mungkin tepatnya pada masa sekarang manager, yang bertugas mencari, memilih dan menentukan kayu jalur, menentukan tukang dan tenaga bantuan dari masyarakat, menentukan dukun jalur, mengadakan rapat-rapat tentang jalur, mengatur kepentingan tukang jalur selama bekerja di hutan dan penyelesaian pekerjaan lainnya, mengurus kepentingan anak jalur, mengurus kepentingan dukun jalur dalam upacara jalur. Dukun jalur adalah orang yang dipercaya mempunyai ilmu batin yang nantinya akan memanterai jalur dan anak pacu agar terhindar dari segala marabahaya selama berpacu, kebanyakan setiap jalur mempunyai satu orang dukun walau kadang ada yang lebih. Tugas dukun adalah memberi masukan tentang penentuan dan memilih kayu jalur pada Partuo, memimpin upacara menobang jalur, menentukan langkah jalur, seperti waktu maelo, waktu turun ke batang kuantan, waktu berangkat ke tempat pacu dan lainnya, menawari jalur seperti membacakan matera, memberikan ramalan-ramalan mengenai jalur, hal ini mengenai ramalan-ramalan mengenai lawan yang akan dihadapi bahkan ramalan jalur mana yang akan berhasil mencapai pemenang pertama, mempersiapkan anak jalur termasuk memberikan motivasi dan semangat, Memompan adalah merupakan kegiatan mengganggu anak pacu atau jalur lawan dengan menggunakan mantera dan bahan-bahan seperti sirih, pinang dan telur ayam serta lain sebagainya. Anak pacu adalah sekumpulan orang-orang yang berada didalam atau diatas jalur yang berkisar mencapai 50 orang dan terbagi menurut fungsi dan tugas mereka masing-masing. Dalam pacu jalur untuk menjadi anak pacu tidaklah sembarang orang, tetapi harus memiliki badan sehat, kondisi baik dan berumur 17 - 40 tahun. Suatu tipe yang ideal untuk anak pacu adalah badan ramping dan ringan, tenaganya kuat dan tahan lama (pupuah). Sehingga meskipun badannya besar dan tenaganya kuat belum tentu dapat dipakai sebagai anak pacu sebab berat badannya mungkin masih belum seimbang dengan kekuatannya. Anak pacu terdiri dari Tukang Tari yang berjumlah satu orang, yang memiliki peran menari, baik jika jalur itu menang maupun tidak dengan tujuan untuk memberi semangat kepada anak pacu. Tukang Concang, berjumlah 2 orang, yang berperan bagaikan kapten dalam kesebalasan sepak bola diatas jalur dan bertugas menentukan lambat atau pacu berkayuh atau berdayung. Tukang Kayuh, berjumlah bisa mencapai 40 orang, yang bertugas mengayuh jalur sekuat tenaganya, namun dalam mendayung tersebut tukang kayuh harus serempak. Tukang Timbo, berjumlah satu orang, yang memiliki tugas menimba air yang masuk ke jalur, memberi aba-aba untuk memulai berkayuh dengan cara melucutkan upih ke air sungai dan memberi semangat agar
Langganan:
Postingan (Atom)
































