Minggu, 02 Oktober 2011

KU LINGKARI MALAM INI

mak, pak ....
malam ini aku menatap langit, tak ada satupun bintang

mak, pak ...
aku tak ingin bosan menjadi diriku sendiri, karena aku masih ingin menyimpan baris baris kenangan tentang orang orang yang aku sayang,
aku tak ingin menjadi orang lain, karena aku tak mau kehilangan diriku sendiri cukuplah aku kehilangan orang orang yang aku sayang ...

mak, pak ....
biarkan aku menangis, aku ingin teruskan kisahku ....
lihatlah kedua adikku, yatim ....
orang orang yang aku sayang telah tiada, rasa rinduku tak pernah lagi bertaut ...
bukan untuk aku mengeluhkan sakitku, tapi aku rindu masa masa indah berkumpul bersama ....

mak, pak ...
sekarang aku semakin dewasa
maafkan aku yang belum bisa membahagiakan kalian ....


ulang tahunku yang ke-27

Selasa, 16 Agustus 2011

NASEHAT DARI SEORANG NETY NURHAYATI AMASTRY





Biarkan semua berlalu dengan waktu, segala kepedihan pasti akan berlalu dengan KEIKHLASAN sebab ikhlas berarti tidak peduli apapun, kecuali mengharap ridhoNYA.
Mari saling mengikhlaskan segenap KHILAF yang barangkali sempat menoreh luka/ sederet salah yang menggores hari-hari, mengundang air mata dan seutas perih dihati.


Baik untuk dipahami :
Doa bukanlah ban serep yang dapat kita keluarkan ketika dalam masalah, tapi doa adalah KEMUDI yang bisa menunjukkan arah yang tepat.

Kenapa kaca mobilsangat besar dan kaca spion begitu kecil ? karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita, jadi pandanglah kedepan dan majulah ...

Pertemanan itu seperti sebuah buku hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.

Semua dalam hidup adalah sementara. Jika berlangsung baikmaka syukurilah, jika terasa buruk INTROPEKSI diri.



Maka nikmat TUHAN yang manakah yang kamu dustakan ???
Dan ... wahai pemilik hatiku jika saja Kau tak berkenan untuk selalu memberikan cara padaku bagaimana merawat dan memperlakukan milikMU ini, maka hancurlah diri yang fana ini sejak dulu.
Dan ... wahai sang pemilik hatiku jika saja Kau tak berkenan untuk slalu kutemui, menyebut namaMU disetiap keindahan pada pelupuk mataku maka, sungguh siapa lagi yang akan kutemui kelak ???
Dan ... wahai sang pemilik hatiku maka sungguh aku tak tahu jalan pulang selain pada diriMU

Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan ...
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi ...
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan ...
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan ...
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah istimewa yang diberikan yang maha kuasa ...
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu jalan menuju kebahagiaan ...
Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa berarti ...
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan ...
Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga ...

Hidup adalah suatu pilihan, pikiran + mulut adalah suatu kombinasi. semakin banyak kita bicara tentang diri sendiri semakin banyak pula kemungkinan kita untuk berbohong ....

Ya Allah hamba bukanlah ahli syurga tapi hamba juga tak akan mampu menahan siksa neraka, ampunilah dosa-dosa hamba yang tak terhitung bagai debu ...

Selasa, 09 Agustus 2011

LANGKAH DEMI LANGKAH



Sebuah perjalanan bersama teman-teman dari Museum Virtual Kuantan Singingi pada bulan Juni 2011, menelusuri sisa peninggalan Kerajaan Koto Alang / Padang Candi di Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik.

Sebuah perjalanan bersama Asmarno Nano, Nicho Pejuang Setia di Kecamatan Cerenti. Foto tank baja sisa peninggalan perang pada agresi militer ke-II.

Sebuah perjalanan bersama Nicho Pejuang Setia, Yusria Alven, Despriwandi Mefsi, Asmarno Nano di Gunung Toar berburu benda-benda sejarah dan rumah-rumah tua.


Sebuah perjalanan bersama the cancel di bendungan teso, melepas kejenuhan setelah lelah dihadapkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang tak kunjung usai ....



Sebuah perjalanan bersama bang Pebri Mahmud dari Balai Pengkajian dan Pelestarian Adat Kuantan Singingi serta teman-teman dari Museum Virtual Kuantan Singingi di Taman Pemandian Puti Malokadewi Lubuk Jambi, Juli 2011


Sebuah perjalanan di Hutan Lindung Bukit Betabuh, disinilah langkahku terhenti kepala tertunduk melihat tak hijau lagi hutanku .....









Minggu, 05 Juni 2011

POTRET PACU JALUR RAKYAT KUANTAN


Jalur menurut arti aslinya adalah perahu yang panjangnya 25 – 30 M, dengan lebar 1,5 M dan dapat dumuati 40 – 60 orang anak pacu. Jalur mulai ada di Rantau Kuantan sejak abad ke 17, digunakan pada saat itu untuk membawa tamu-tamu terhormat seperti Raja, Sultan dan para pembesar-pembesar lainnya. Jalur dibuat berdasarkan musyawarah anak negeri (penduduk desa) dibentuk atas dasar musyawarah mufakat, disertai pawang piawai dan dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh warga negeri.

SEJARAH PACU JALUR
Sejak kapan penduduk Rantau Kuantan mengenal jalur dan membuatnya, tidak dapat ditunjukkan dengan suatu tahun yang pasti, yang jelas masyarakat sudah mengenal dan menggunakan jalur untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari sejak zaman dahulu. Namun dapat hampir dipastikan Pacu Jalur sudah dikenal penduduk daerah Rantau Kuantan paling kurang tahun 1900 an dan dalam tahun itu dipacukan penduduk kebanyakan perahu-perahu besa yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kegiatan Pacu Jalur ini dilaksanakan disepanjang batang kuantan untuk memperingati dan merayakan berbagai hari besar Islam misalnya Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Hari Raya Idul Fitri, 1 Muharram dsb.

ORGANISASI JALUR
Pada organisasi / panitia jalur terdapat tiga pihak yang terlibat langsung dengan urusan jalur antara lain :
1. Partuo / Patua
Adalah panitia/ organisasi jalur yang terdiri dari orang-orang yang dituakan pada suatu banjar/ kampung, yang memiliki tugas :
a. Mencari, memilih dan menentukan kayu jalur
b. Menentukan tukang jalur dan tenaga bantuan dari masyarakat
c. Menentukan dukun jalur
d. Mengadakan rapat-rapat / musyawarah tentang jalur
e. Mengatur kepentingan tukang jalur selama bekerja di hutan dan penyelesaian pekerjaan lainnya
f. Mengurus kepentingan dukunjalur dalam upacara pacu jalur

2. Dukun Jalur
Kebanyakan setiap kampung hanya mempunyai satu orang dukun untuk satu jalur, namun dapat saja satu orang dukun mambawahi lebih dari satu buah jalur atau lebih atau satu buah jalur memiliki lebih dari satu orang dukun. Adapun tugas dukun jalur adalah :
a. Memberi masukan tentang penentuan dan memilih kayu jalur pada Partuo
b. Memimpin upacara manobang jalur
c. Menentukan langkah jalur, seperti : waktu maelo jalur, waktu turun ke batang kuantan, waktu berangkat ketempat pacu, dsb.
d. Menawari jalur, seperti : membacakan mantra disaat jalur sudah diisi oleh anak pacu, dengan tujuan agar anak pacu selamat dari marabahaya dan menawari atau mengobati jalur.
e. Memberikan ramalan-ramalan mengenai jalur.
f. Mempersatukan anak jalur.
g. Memompan, yaitu merupakan kegiatan mengganggu anak pacu atau jalur lawan dengan menggunakan mantra dan bahan-bahan seperti ; sirih, pinang, telur, penjahit dsb.
3. Anak Pacu
Anak Pacu adalah sekumpulan orang-orang yang berada didalam/ diatas jalur yang berkisar mencapai 50 orang dan terbagi menurut fungsi dan tugas mereka masing-masing, diantaranya :
a. Tukang Tari
Berjumlah 1 orang, posisinya berada di haluan jalur paling depan, yang memiliki peran menari, baik jika jalur menang maupun kalah. Dengan tujuan untuk memberi semangat kepada anak pacu, membantu tukang onjai menggerakkan haluan jalur agar jalur semakun laju.
b. Tukang Concang
Berjumlah 2 orang, posisinya berada dibelakang setelah tukang tari yang berperan bagaikan kapten kesebelasan dalam sepak bola, bertugas menentukan lambat atau pacu berkayuh.
c. Tukang Kayuh
Jumlahnya bisa mencapai 40 orang, posisinya disepanjang jalur, bertugas mengayuh jalur sekuat tenaganya, namun mendayung tersebut harus serempak.
d. Tukang Timbo
Berjumlah 1 orang, posisinya ditengah-tengah jalur, bertugas menimba air yang masuk kedalam jalur dan memberi aba-aba untuk mulai berkayuh dengan cara melucutkan upih ke air serta memberikan semangat kepada anak pacu dalam berpacu.
e. Tukang Kemudi
Berjumlah 2 orang, posisinya didepan tukang onjai, tugasnya dan fungsinya untuk mengendalikan arah dan keseimbangan jalur sewaktu dikayuh oleh anak pacu.
f. Tukang Onjai
Berjumlah 1 orang, posisinya berada dipaling belakang, bertugas maonjai agar haluan jalur turun naik sewaktu sedang dipacu, hal ini dibutuhkan sebab tanpa tukang onjai jalur tidak akan laju dan kemungkinan akan karam.

Demikian uraian yang telah pernah diuraikan banyak pihak ini saya uraikan semoga bermanfaat, slanjutnya mari kita lihat beberapa potret Pacu Jalur Rakyat Kuantan ini. Salam sebatang lidi, semoga senantiasa menikmati cinta sejati !
















PACU JALUR PESTA RAKYAT RANTAU KUANTAN

Bukan bermaksud untuk unjuk pengetahuan, tapi hanya ingin mengulang, mengenang kembali sebait sejarah, cerita ataupun kenangan tentang pacu jalur di Taluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi. Walaupun sudah banyak pihak yang mengulas tentang pacu jalur ini, seperti yang saya katakan barusan saya hanya ingin mengulang, semoga tetap bermanfaat.

Baiklah, kita mulai. Menurut buku yang saya baca sejak kapan penduduk Rantau Kuantan mengenal jalur dan membuatnya, tidak dapat ditunjukkan dengan suatu tahun yang pasti, tapi yang jelas masyarakat Rantau Kuantan telah mengenal dan menggunakan jalur untuk kebutuhan mereka sehari-hari sejak zaman dahulu. Dan ada juga dikatakan jalur mulai ada di Rantau Kuantan sejak abad ke 17 yang mana pada waktu itu jalur digunakan utnuk membawa tamu-tamu terhormat seperti Raja, Sultan dan para pembesar lainnya. Namun hampir dapat dipastikan Pacu Jalur sudah dikenal penduduk Rantau Kuantan sekitar tahun 1900 an dan dalam tahun itu yang dipacukan penduduk kebanyakan perahu-perahu besar yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kegiatan ini Pacu Jalur ini diselenggarakan dikampung-kampung disepanjang Batang Kuantan untuk memperingati dan merayakan berbagai hari besar Islam misalnya Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Raya Idul Fitri, 1 Muharram dan sebagainya.


Menurut arti aslinya Jalur adalah perahu panjang 25-30 M, dengan lebar 1,5 m, dan dapat dimuati 40-60 orang anak pacu.

Bila kita amati banyak hal yang unik dan menarik yang terdapat pada sebuah jalur dan pada Pacu Jalur ini, seperti ada Patuo, Dukun Jalur, Anak Jalur. Adapun yang dimaksud dengan Patuo jalur ini adalah orang yang dituakan, dipercaya atau mungkin tepatnya pada masa sekarang manager, yang bertugas mencari, memilih dan menentukan kayu jalur, menentukan tukang dan tenaga bantuan dari masyarakat, menentukan dukun jalur, mengadakan rapat-rapat tentang jalur, mengatur kepentingan tukang jalur selama bekerja di hutan dan penyelesaian pekerjaan lainnya, mengurus kepentingan anak jalur, mengurus kepentingan dukun jalur dalam upacara jalur. Dukun jalur adalah orang yang dipercaya mempunyai ilmu batin yang nantinya akan memanterai jalur dan anak pacu agar terhindar dari segala marabahaya selama berpacu, kebanyakan setiap jalur mempunyai satu orang dukun walau kadang ada yang lebih. Tugas dukun adalah memberi masukan tentang penentuan dan memilih kayu jalur pada Partuo, memimpin upacara menobang jalur, menentukan langkah jalur, seperti waktu maelo, waktu turun ke batang kuantan, waktu berangkat ke tempat pacu dan lainnya, menawari jalur seperti membacakan matera, memberikan ramalan-ramalan mengenai jalur, hal ini mengenai ramalan-ramalan mengenai lawan yang akan dihadapi bahkan ramalan jalur mana yang akan berhasil mencapai pemenang pertama, mempersiapkan anak jalur termasuk memberikan motivasi dan semangat, Memompan adalah merupakan kegiatan mengganggu anak pacu atau jalur lawan dengan menggunakan mantera dan bahan-bahan seperti sirih, pinang dan telur ayam serta lain sebagainya. Anak pacu adalah sekumpulan orang-orang yang berada didalam atau diatas jalur yang berkisar mencapai 50 orang dan terbagi menurut fungsi dan tugas mereka masing-masing. Dalam pacu jalur untuk menjadi anak pacu tidaklah sembarang orang, tetapi harus memiliki badan sehat, kondisi baik dan berumur 17 - 40 tahun. Suatu tipe yang ideal untuk anak pacu adalah badan ramping dan ringan, tenaganya kuat dan tahan lama (pupuah). Sehingga meskipun badannya besar dan tenaganya kuat belum tentu dapat dipakai sebagai anak pacu sebab berat badannya mungkin masih belum seimbang dengan kekuatannya. Anak pacu terdiri dari Tukang Tari yang berjumlah satu orang, yang memiliki peran menari, baik jika jalur itu menang maupun tidak dengan tujuan untuk memberi semangat kepada anak pacu. Tukang Concang, berjumlah 2 orang, yang berperan bagaikan kapten dalam kesebalasan sepak bola diatas jalur dan bertugas menentukan lambat atau pacu berkayuh atau berdayung. Tukang Kayuh, berjumlah bisa mencapai 40 orang, yang bertugas mengayuh jalur sekuat tenaganya, namun dalam mendayung tersebut tukang kayuh harus serempak. Tukang Timbo, berjumlah satu orang, yang memiliki tugas menimba air yang masuk ke jalur, memberi aba-aba untuk memulai berkayuh dengan cara melucutkan upih ke air sungai dan memberi semangat agar

Selasa, 24 Mei 2011

PERSOMBAHAN BATUNANGAN


Bismillahirahmanirahim ….

Anta baso nan samo elok
Anta budi nan samo baik
Anta pinang nan mamalan
Anta makau nan mamabuak
Makanlah sirih makanlah pinang,
Abi sirih bajunjungan
Abi kapur palobornyo
Pinang nan indak diimati

Pilih kepada sari sirih udang
Tampuaknyo arai bagai kuku balam
Gagangnyo aso-aso tajomur dibilik dalam
Itulah sebabnyo kampung dibori batuo,
Nagori diboro penghulu,
Rumah dibori batangganai,
Kini adat rumah labatangganai manaruh kumbang jo bungo,
Adapun bungo dengan kumbang itu ado juo nan bausiran

Adapun bungo itu duo tigo martobatnyo
Partamo bungo itu manjadi bungo sajo
Kaduo bungo itu manjadi putik,
Katigo bungo itu manjadi buah

Kini buliahlah dikatokan bungo lah manjadi buah
Mako terjadilah injuk sibori-bori, ulur jawek timbang tarimo

Bajalok kociak bajalo rombang serakan dimuko tanggo
Diulur tando kociek pambori tahu ibu jo baponyo.

Ba apo dek ibu jo baponyo
Gonting nan indak taputui
Biang nan indak kan tacabik
Raso tauni ditompek urang
Raso ta ambek dikerojo mamak

Diulur tando nan godang
Pembori tahu ninik jo mamak
Itulah urang yang arif bijaksana
Nan codiek cendikio
Manconcang nan kan mamutui
Biang kan nan bancabiek
Makan nan kan ma habisi
Barundiang nan kan manyudahi

Mako batomulah mamak kaduo pihak
Kironyo sariko tompekan jonji

Batang silasih ditanah merah
Jatuh badorai silaronyo
Urang kasih bukanyo murah
Dimintak cincin akan tandonyo

Pado hari nan sariko
Maulur saroto manjaureki
Tengoklah carano kamu du dek mamak
Kok kurang lengkap mohon maaf kami pado mamak

Lado kociak lado marica
Tumbuah barumpun ditanam anak rajo ali
Ambo kociak mudo mata
Kurang pandapek bolum pengalaman jauh sekali

Kok baronang urang ke hulu
Kayu tinggi dililik sarok
Kok godang-godang dek baju
Kok tinggi-tinggi dek songkok

Pisau kociak diujung pantai
Tobang buluh runduk-rundukan
Ambo kociak baru pandai
Jiko salah tolong tunjukkan

Ikan sopek ikan balido
Ramo-ramo dalam kombuik
Anta kan dapek anta kan tido
Kaji lah lami indak basobuik

Pohon beringin ditopi lombah
Buah beribu dimakan tupai
Kami ingin menyampaikan sombah
Sombah kami sampaikan kepada orang yang pandai-pandai

Awal nan berpamulaan
Akhir nan berkesudahan
Mintak ampun sajolah amo nan saisi rumah nangko
Basarato dengan ninik mamak sejak dari pangkal
Sampai ke ujung nan terlingkung dek bondul nan ompek

Dari beringin turun kesawah
Dari sawah menuju sentajo
Kami ingin menyampaikan sombah,
Sombah kami tujukan kepado kito basamo



Bismillahirrahmanirrahim …

Awal ma’na kato
Lingkiasak tumbuh dihulu
Bira ditanjung suruaso
Tinggi pangkek tuujuah kapalo
Lidah manjadi juru baso

Godang air sungai landai
Batang parugo ambo patahkan
Bukan ambo codiak pandai
Adat pidato ambo sombahkan

Bodil jopung panjang tujuh
Panembak olang dalam somak
Olang jatuh dalam lombah
Bori ampun sajo dek ninik jo mamak
Ambo kan maotok babilang sombah

Bori ampun sajolah ambo nan saisi rumah nangko
Nan tasaok dek atok
Nan lebar dek balingkung bondul nan ompek

Kadarek ke pantai lubuak ramo
Di Pulau Komang ado kampuang datar
Ketek indak kan basobuik namo
Godang nan indak kan basobuik golar
Sombah ambo tibokan kapado mamak

Mangkuak eten mangkuak iko
Mangkuak bajerong baisi nasi
Datuak eten datuak iku
Elok balako ambo sombah

Mulonyo ambo manggali lombah
Lombah tibo dalam somak
Mulonyo ambo babilang sombah
Sombah ambo tibokan pado mamak

Jiko dirangguik daun capo
Saribulan dalam padi
Jiko disobuik nan taraso
Tigo bulan ndak kan abi

Anak urang sikumbang jati
Barumah atok daun ilalang
nak batanyo guru la mati
nak mangaji surek la ilang

Tambilang dirumpun lansek
Tasisik diruang lantai
Dibilang sado nan dapek
Nan tinggal untuk urang nan pandai

Ambacang ditongah padang
Ditingkek tongah duo tingkek
Dirontang omuah nyo panjang
Elok dikumpal nyo nak singkek

Adapun tontang karojo iko juo
Adat hidup lembago alam
Dek budi samo baik
Dek baso samo elok
Makanlah sirih makanlah pinang
Abi sirih bajunjungan
Abi kapur paloburnyo
Pinang nan indak di imati.

Pilih kapado sari sirih udang
Tampuknyo arai tampuaknyo bagai kuku balam
Gagangnyo aso-aso ta jomur dibilik dalam

Disusun sodang tongah malam
Disusun anak rando gadih
Satahun sirih dalam carano usahkan mosiek
Rotak ronggangpun tido
Itu kan manjadi palo baso juo

Pihak kepado pinangnyo
Pinang pinang baluluak dibola duo
Putiah sakorek ditampuaknyo
Dibolah anak rando mudo
Tumbuah dipadang kedataran
Tumbuah dipantai kelerengan
Itu manjadi kapalo baso juo

Tingginyo ndak tinggi amek
Tingginyo panjek panjekan
Rondahnyo jangkau jangkauan
Pucuak mancucuak kalangik hijau
Ureknyo sampai kelautan
Satahun tupai dek mamanjek
Baru batomu jo buahnyo
Itu kan manjadi palo baso juo

Pihak kepado kapurnyo
Kapur banamo sikorang jintan
Dipalik jo jarimani
Dikepek jo ambai ambai
Mangojar ke talunjuak
Membayang ke tapak tangan
Jiko diharogoi ndak taharogoi
Harogonyo saimbang jo nagori
Itu kan manjadi palo baso juo

Pihak kapado gambirnyo
Gambir kuning silaro dadih
Buatan anak sari lamak
Acuannyo dari payah kumbuh
Dibao anak kampuang tolang
Tumbuh dikampaan mandiang datuk
Tumbuh diparolak mandiang ninik

Pihak kapado tembakaunyo
Tembakau alui ombun bajelo
Kiriman anak si dayang dari lautan
Dari rum asal bijonyo
Tajomur dibilik dalam
Usakan moseak dipaneh
Moseak dek ombun tongah malam
Itukan manjadi palo baso juo

Jiko diboli potang-potang
Jiko dipupul barobuik sonjo
Bungo mamutih mudiak padang
Kuntum situnggal mulo asalnyo
Itu menjadi palo baso juo

Adapun semaso dahulunyo
Samaso Dt. Marpati nan sebatang, nan datang dari Batipuh Padang Panjang, Minang Kabau mailirkan rantau nan panjang kurang oso duo pukuh, du puluh rantau jo muaronyo.

Tobing ditingkat dengan jonji
Kato dirambah jo mufakat
Apo sobab, buek nan indak abi-abi.
Sangketo nan tak sudah-sudahnyo.
Itulah sebabnyo kampung dibori batuo
Nagori dibori penghulu
Rumah dibori batangganai

Kini adat rumah batangganai
Manaruh kumbang-kumbang jo bungo
Adopun kumbang dengan bungo itu itu
Ado juo yang bausiran

Adopun bungo itu duo tigo pulo martabatnyo
Partamo bungo itu manjadi bungo sajo
Kaduo bungo itu manjadi putik
Katigo bungo itu manjadi buah

Kini buliahlah dikatokan bungo itu manjadi buah
Mako tajadilah injuk sibori-bori
Ulur jawek timbang terimo

Bajalo kocek bajalo rambang
Serakan dimuko tanggo
Diulur tando nan kocek
Pambori tahu ibu jo bapo

Baapo dek ibu jo bapo
Gonting nan indak kan taputui
Biang nan indak kan cabiak
Raso tauni katompek urang
Raso taambek dikarojo mamak

Kamano tompek pailai
Mako dikulaikanlah pucuk
Dijalarkanlah urek
Diserakkan pulo jalo nan rambang
Diserakkan topi somak
Diuluar tando nan godang
Pembori tahu ninik jo mamak

Itulah urang nan arif bijaksano
Nan codiak bacandokio
Manconcang nan kan putui
Biangkian mancabiak makan nan abi
Barundiang kan nan sudah

Mako batomulah mamak duo bola pihak
Aluran mano pertomuannyo
Aluran satontang karojo iko juo
Iyolah mancari ari perjonjian nan elok
Adopun perjonjian itu duo tigo pulo martobatnyo
Partamo jonji ari kaduo
Jonji pikan, katigo jonji bulan, akhirnyo jonji tahun

Sakuran tampuak manggi
Manggi tumbuah disuruaso
Tigo bulan mintak jonji
Dari maulud ka puaso

Mako batomulah mamak duo bolah pihak
Kironyo sariko tompekan jonji
Ari nan baik katiko nan elok

Baapo tu lai dek kami
Disuruah kemenakan nan copek kaki nan ringan tangan
Suruah mangapo du
Iyolah suruah mamanggial sanak saudaro basaroto kaum karabat
Diate itu urang sumando manyumando

Nan diulak la kamudiak
Nan dimudiak la kaulak
Nan dibaruah la kadarek
Nan ditongah mangampuangkan
Mako latakampuang dirumah nan godang nangko

Maklumlah anak itu kekasihan dek ibu jo baponyo
Mako bakakondaklah anak itu nak poi mangaji ka Minang Kabau, wajib juo dilope dek ibu jo baponyo.
Mako dicarikanlah kitab nan satomat,
tungkek nan sabatang,
buntil dan saolai,
balanjo ate ado

supayo anak itu nak tahu dihalal dengan haram
sunat jo farodu
makolah sudahlah nan sado itu

Mako bakahondaklah anak itu nak poi badagang baniago,
Wajib juo dilope dek ibu jo baponyo
Mako dicarikanlah ome orang sakacang duo
Ome baik tambang singingi
Kalam diangkek lancung dibuang
Supayo nak tahu anak itu ditaraju dan bagoto
Dibungkol jopiuourai dipiti nan babilang
Dikain nan baeto
Makolah sudahlah nan sado itu

Mako bakahondaklah anak itu indak duduak barumah tanggo
Itulah nan lobiah suko dek ibu jo baponyo
Bakampuang kok lai kan lebar
Baule kok lai kan panjang

Anak laki-laki kok kan lai manjadi anak perempuan
Anak perempuan kok kan lai manjad anak laki-laki

Supayo dek apo du
Supayo indak tahu anak itu di ereng jo gendeng
Urang dibaso basi urang
Diadat dalam nagori
Dijalujur nan patah
Diatok nan tiri

Mako diambiak api dibakar kamonyan putih
Asok malilik ditiang panjang
Harumnyo satahun dalam perjalanan
Kironyo izin dimintak izin dibori kasenonyo

Togak badiri malin ome
Togak badiri dihaluan
Indak mamboli indak barome
Indak mamintak kemaluan senonyo
Do’a diuruikkan sampai ka muko
Urang banyak bajojak turun
Ditutuik kepalo tanggonyo
Mako tibolah dihalaman

Takonak pantun si kanak-kanak
Anyuik palampung dari pasaman
Singgah batambek dibatang padi
Sandaran dimuko tanggo
Tinggal kampuang tinggal halaman
Tinggal topian tompek mandi
Saroto ibu dengan bapo

Mako bajalanlah pangkal tuonyo
Maikuikkan lobuah nan panjang
Lobuah nan panjang jelo bajelo
Diikuikkan lobuah nan pendek,
Lobuah nan pendek siku basiku
Dek jauah la kan damping
Dek damping kan lah tibo
Mako tibolah dihalaman
Urang nan ……………………
Mako maimbaulah pangkal tuonyo
Apokah imbaunyo

Akan imbaunyo
Assalamu’alaikum

Akan jawabnyo
Alaikumsalam

Mako dibasuahlah kaki
Ditingkek jonjang nan limo
Mako tibolah dipalantar
Mako dibuka mola pintu nan donyuik bunyinyo
Pintu pintu banir kayu kuranji

Handiko sekalian datuk basaroto juo kepada urang punyo rumah

Mako bajalanlah si marapulai
Mangidalkan poran
Gendeng bagantuang di ambai-ambai
Manuju lapiak pandaknyo

Mako lah duduak dilapiak pandaknyo
Basandar ditiang kulim
Tiang kulim basondi batu
Batu basondi labu basa

Jiko ditilik-tilik jo hati
Jiko dipandang-pandang jo mato
La samo nampak ditaguah jonjo

Baapo toguah kami nan datang bak simpai kayu bapilin,
Simpai tiado meongok pasak indak melunjak
Baapo toguah kami nan datang bak batu dikajangi

Baapo tu lai dek kami
Pado hari nan sari ko
Iyolah mantar cucuang kemenakan kami
Nak duduak barumah tanggo
Akan manjadi urang sumondo dek urang nan ………

Bukan antar antar baapo sajo
Diantar nan hati nan suci dan muko nan jaroniah
Siriah pinang mencukupinyo nan sado itu
Dengan sombah penyudahi sehinggo itulah penghobaran dari kami nan datang kapado mamak.




MINTAK GOLAR

Kilangan dibalai lamo
Pangilang tobu dibondar
Ketek dek ibu dibori namo
Godang diberi golar

Daulu kadarek kini kaladang kasang
Batang durian untuak pagar
Daulu ketek kini la godang
Itu kalian mintak golar

Pandai-pandai manjuluak lado
Jangan tajuluak kabungonyo
Pandai-pandai maimbau urang sumondo
Jangan taimbau kanamonyo

Panda-pandai manjuluak jambu
Jangan tajuluak ka bungonyo
Pandai-pandai maimbau minantu
Jangan taimbau ka namonyo

Tumbang jerami diujuang ladang
Diambiak lalu dibakar
Datang kami karano diundang
Baliak kami mintak diantar

Rami urang poi kapaar
Banyak mambau lado mudo
Kami lai nak maantar
Minyak honda la habi pulo

Malumpek sabola kaki
Maanjak pasak diporan
Dapek dek anak si laki-laki
Dimasak den anak perempuan

Mano ruponyo nasi nan sabijo
Air nan satitik
Gulai nan sairi
Makanan / kue dengan ala kadarnyo

Lacukuik dek urang sumondo maajang
Urang punyo rasoki pun lad duduk babatur
Adat malumpek basitumpu
Adat menconcang balandasan
Adat barundiang batontangan

Kek si Anu ….
Batiboannyo
Iriklah kawan

Mudiak poi basampan
Bakayuah urang dihaluan
Sampan singgah di tanjuang balai
Ambiaklah pinggan
Basuahlah tangan
Samo-samo makan awak lai


BUKA CARANO

Bungo jirak bungo linjuang
Bungo melati kombang potang
Ambiak sarumpun puding ome
Tanam lalu dimuko tanggo
Siriah golak pinang manari
Manengok carano nan la datang
Samenjak potang kami lamananti
Come hati mamak kok dak kan datang

Manganyial diulak boting
Dapek udang duo tigo
Dirondang lalu dikuali
Yang dipanggal ola datang
Yang diundang ola tibo
Baru sonang hati kami

Tapi sungguahpun baitu
Nan ta duduak disiko kok sosak dengan sompik
Kok kurang tasusun baiak siriah kok kurang otok bak pagaran
Maaf dipintak pado mamak

Tapi sungguahpun baitu concang nan duo sagaragai
Partamo sombah manyombah
Kadua baso jo basi
Katigo siriah jo pinang
Adopun siriah jo pinang topek juo bak kato urang tuo-tuo
Lotuik-lotuik dalam polak jaluluar
Ambiakkan pagaran
Carano nan tatutuik kami mintak dibuka
Siriah sakapur mintak dimakan
Tengoklah carano kami dek mamak


--sekian--


*Nara Sumber : IDRIS Kp. Baru Sentajo
*Gambar adalah dokumentasi Asmarno Nano
*Mohon maaf jika masih banyak terdapat kesalahan penulisan,masih butuh penyempurnaan dari yang lebih tahu dan mengerti, semoga tulisan ini bermanfaat dan adat istiadat tetap dapat dilestarikan.

salam sebatang lidi, semoga senantiasa menikmati cinta sejati
!

Senin, 23 Mei 2011